komentar

http://habibiezone.wordpress.com/2010/04/28/penerapan-haccp-dalam-upaya-meningkatkan-keamanan-pangan/#comment-640

http://nugrohoadi2ka12.wordpress.com/2010/04/29/ketahanan-pangan-dan-pemberantasan-kemiskinan/#comment-9

http://hartoko.wordpress.com/keamanan-pangan/#comment-93

http://hartoko.wordpress.com/keamanan-pangan/cara-menghindari-bahaya-mikrobiologis-dan-kimia/#comment-94

http://h0404055.wordpress.com/2010/04/02/kromium-pangan-dan-gizi/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Motivasi Saya Masuk ke Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

Menjelang semester akhir di SMA, saya sudah meniatkan hati untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Permasalahannya adalah perguruan tinggi mana yang harus saya masuki dan jurusan apa yang harus saya pilih. Akhirnya angin segar pun datang dari guru BP saya yang menawarkan USMI IPB karena saya termasuk 5 besar sekolah program studi IPA sehingga dapat mengajukan diri dalam USMI tersebut. Tidak banyak kesulitan yang saya hadapi selama melampirkan dan mengisi formulir. Orang tua pun juga setuju dengan pilihan saya untuk masuk IPB. Namun, kebingungan menerpa saya saat harus memilih jurusan, apalagi disediakan 2 pilihan jurusan berdasarkan prioritas keinginan saya untuk memasuki jurusan tersebut. Sebagai orang awam dan anak sekolah yang pengetahuannya cukup terbatas tentang bidang ilmu pertanian, saya pun kelimpungan membaca pilihan jurusan yang nama-namanya cukup asing ini. Akhirnya saya pun membuka website IPB, dan melihat penjelasan dari tiap jurusan yang ada pada halaman berikut http://old.ipb.ac.id/?p=10. Fakultas pilihan pun jatuh pada Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) karena saya merasa kapasitas saya saat itu sangat cocok dalam fakultas ini sebab saya menyukai hal-hal yang berbau keteknikan.  Saya pun mencari informasi lebih lanjut mengenai fakultas ini pada http://fateta.ipb.ac.id/. Mulanya saya berniat mengambil jurusan teknik pertanian, namun ibu dan kakak saya menyarankan untuk mengambil Ilmu dan Teknologi Pangan saja yang notabene saat itu sedang “ngetren” dan termasuk jurusan bergengsi. Tidak mau seperti membeli kucing dalam karung, saya pun membuka website ITP dan membaca informasi tentang ITP di IPB. Tertarik dengan fasilitasnya yang begitu memukau, seperti pilot plant dan laboratorium lengkap seperti tertera pada http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=38 saya pun semakin penasaran dengan jurusan ini. Jujur saat itu saya sangat buta mengenai jurusan ilmu dan teknologi pangan ini. Saya hanya mengetahui bahwa jurusan ini bergerak di bidang pengolahan pangan namun secara detailnya sendiri saya tidak tahu akan mempelajari apa saya nantinya. Saya pun mencari informasi lagi pada http://www.seafast.ipb.ac.id/index.php/research/products dan menemukan produk-produk yang dihasilkan oleh civitas ITP. Produk-produk yang inovatif membuat saya semakin tertarik, namun rasanya masih belum mantap saya masuk dalam jurusan ini. Setelah itu saya mencari informasi ke kakak kelas yang juga menempuh pendidikan di ITP, namun tidak begitu membuahkan hasil karena dia masih dalam tingkat TPB. Akhirnya saya pun meniatkan hati memilih jurusan ini terlepas dari ketidaktahuan saya mengenainya, saya bahkan menaruhnya di pilihan pertama dan pilihan kedua saya kosongkan. Voila, ternyata saya diterima masuk IPB dengan pilihan jurusan ini dan sekarang mulai menikmatinya. Overall, motivasi saya masuk departemen ITP bukanlah motivasi mulia seperti misalnya memajukan pertanian bangsa atau menemukan jenis pangan baru atau motivasi-motivasi muluk lainnya. Motivasi saya polos hanya ingin mencoba masuk dalam dunia baru yang sama sekali asing dan saya tahu saya pasti akan terus berkembang di dalam naungannya. Hidup adalah pilihan dan saya memilih untuk mengadu nasib di dalam departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB :)

Posted in Uncategorized | Leave a comment